Selasa, 27 Juli 2021

Termasalalu

Tidak ada hujan hari ini

Aku sendiri dan tak berada di sini

Semua orang adalah orang lain

Bahasa ibu adalah kamar tidurku

Kupeluk tubuh sendiri

Mematikan mata lampu

Jendela kemudian terbuka

Dan masa lampau memasuki sebagai angin

Kau yang panas di kening

Kau yang dingin dikenang

Aku yang kini terperangkap dalam kediaman

Membabi buta pada keheningan

Akan jiwa yang bergejolak pada siksa

Tawaku

Aku terlalu sering bercanda dengan diriku

Di sudut kamar ini

Di setiap ruang rumah ini

Acap kali ku riuhkan rasa bercanda pada diri

Bukan lucu yang ku dapati

Ataupun kegembiraan yang menyertai

Kendatipun demikian terus ku lanjutkan tawaku

Sampai bersikukuh, bersimbah dan luluh

Sampai pada akhir yang tanpa ku sadari

Bahwa air mataku menghantui pipi

Membasahi antara dagu dan dada

Hidupku

Aku pernah manapaki satu kaki

Menjelma menjadi orang lain

Dicaci seperti binatang

Dihina seakan tak ada harga diri

Tak ada lagi perlindungan yang nyata

Sudah hilang semua pengaduan

Putus sudah hubungan kekerabatan

Namun diriku tetaplah menjadi beban bagi orang lain

Merendahpun selalu ku jalani dalam hidup

Semuanya telah pergi

Perlahan tapi pasti menghilang tanpa kabar

Dan seolah-olah datang tanpa ada rasa bersalah

Aku yang kini hidup sendiri

Mana tahu rasanya kasih sayang

Tidak mengerti rasanya dipedulikan

Bahkan perhatian pun selalu luput dari diri

Menjadi Gila

Ini terlalu sulit bagiku

Aku yang harus memahami diri lebih dulu

Aku yang merasa enggan dengan keadaan

Aku yang tidak lagi percaya diri

Aku yang bahkan bukanlah diri sendiri

Hidupku kacau

Penuh sesak di dada

Penuh angka dan huruf di kepala

Aku yang mulai hilang arah

Menjauh dari tujuan untuk hidup

Menjadi lebih putus asa

Hilang kontrol akan diri

Lelah dengan semuanya

Hidup seakan adalah bencana

Berdiri menapak duri-duri kecil menusuk kaki

Duduk seakan terpangku pada kematian

Terbaring hanya menjadi gila

Aku depresi, stres dan putus asa pada hidup

Hilang arah kemudian menjadi batu

Gila ku mulai pada titik membanjiri kepala ku

Aku menjadi gila

Sabtu, 24 Juli 2021

Menjadi Orang Lain

Hampir lima tahun sudah aku berada di area orang-orang yang menyukai panorama alam

Berdelik namun tak bisa diungkap

Aku yang saat selalu berada dalam tongkrongan

Diriku yang menjadi seolah-olah lucu 

Dan dimintai perhatian oleh teman-teman

Terkadang menjadi orang lain adalah profesi ku di kala bersama di waktu ramai

Lupa akan sifat sejati

Hilang kesadaran dalam keramaian

Menjadi orang lain bisa di sebut sebgai tipuan sejati diri

Ketika keramaian aku begitu lucu dan riang

Sampai di akhir dan memasuki pagar depan rumahku

Semuanya berubah, seolah-olah aku menjadi diri ku lagi

Perilaku yang terangkap sudah bebas kembali

Menjalani diri seorang diri

Keinginan

Aku pernah merasakan tak diinginkan

Ketika berada di suatu tempat

Ada atau tanpa dirimu keadaan akan tetap berjalan semestinya

Menjadi orang yang tak begitu diharapkan untuk berada di suatu tempat

Adalah rasa menyesal yang amat besar

Begitupun emosimu yang mengatkan lebih baik aku tak di sini

Di tempat yang salah dengan orang-orang yang salah

Harapan dirimu saat itu hanya kau seorang

Tak dihiraukan menjadi bebanmu

Kacau

Empat tahun telah berlalu saat aku berada kembali di rumah ini

Tak banyak yang begitu ku mengerti saat aku hanya sendiri

Ayahku pun sudah tak bisa bicara normal lagi

Sementara ibuku telah lama pergi meninggalkan dunia fana ini

Aku tak tahu harus bagaimana ketika sendiri

Banyak yang ku pikirkan, ketika tidak ada pengalihan perhatian

Mencoba memehami diri pun sudah mulai susah bagiku

Aku selalu mengkhawatirkan sesuatu

Tapi aku tak tahu apa itu

Saat ini pikiranku mulai kacau

Seperti benang kusut

Entah itu bisa dipakai lagi atau harus dibuang ke tong sampah

Aku hanya sebuah bayang Dalam mimpi yang terkekang Dengan duka yang terkenang