Kamis, 05 Agustus 2021

Ayah

Tuhan..

Ini terlalu sedih bagiku

Ayah yang ku rawat selama ini telah menemui Mu
Aku masih tak bisa percaya

Wajahnya masih sangat hangat bagiku

Senyumnya sangat ingat di ingatanku

Jalannya yang tertatih-tatih

Suara yang ketika ia bicara memangil namaku

Semua itu masih sangat berada jelas pada kepalaku

Tuhan..

Aku masih banyak memiliki kesalahan

Waktuku terasa cepat bersama Ayah

Bercandaku juga masih kurang dengannya

Membuatnya tersenyum

Membersihkan dirinya

Melihatnya tertawa

Mendengar suaranya

Merangkul badannya

Mencium wajahnya

Melihat Ayah yang duduk ketika ku sepulang kuliah

Atau menghampiriku ketika larut malam

Bahkan memanggil-manggil namaku

Aku semakin rindu saja

Dan ingin sekali aku cerita banyak hal dengannya lagi

Namun kini aku benar-benar sendiri

Benar benar benar benar benar seorang diri

Berpulang

Hari ini kembali terulang

Selasa, 3 Agustus 2021

Ayahku telah berpulang di dua hari yang lalu

Ia pergi tanpa aba-aba

Membawa semua kesakitan bersamanya

Menahan semua luka di pundaknya

Menyisihkan air mata pada tiap pipinya

Jari-jari sudah tak bergerak lagi

Tangannya sudah tak bisa merangkul kembali

Matanya mulai sayu

Sampai tak tampak lagi putih di pupilnya

Wajahnya mulai lelah dan pasrah

Sampai pada titik napas terakhirnya

Aku hanya sebuah bayang Dalam mimpi yang terkekang Dengan duka yang terkenang