Sabtu, 27 Agustus 2022

Aku hanya sebuah bayang
Dalam mimpi yang terkekang
Dengan duka yang terkenang

Selasa, 05 April 2022

Halusinasi

Menuturkan kata yang tak seharusnya diucapkan

Mengegoiskan diri demi kepuasan

Menyalahkan keadaan demi kebenaran

Apakah ini halusinasi?

Curiga dan ketidakpercayaan

Apakah itu yang dinamakan kasih?

Bersenandung di atas keributan

Sampai mendambakan perpecahan

Hingga amarah menjadi alasan

Apakah semua adalah kesalahan?

Atau hanya alasan untuk tidak ingin melanjutkan

Sampai pada kalimat keramat yang telah tertuturkan

Apakah ini yang disebut kasih?

Menapaki kaki sebaris demi sebaris

Merangkai alur sebait demi bait

Sampai pada kewajaran kewarasan

Minggu, 03 April 2022

Kewarasan

Aku yg kini telah bersimbah darah

Menggeliat pada ketidakwarasan

Keram pada otak yang berpikir

Rambut yg kian panjang

Ibarat deru dera yang telah ditapaki

Hati yang semakin kerucut

Mengecil menjelma pada kemarahan

Habis sudah yang ku lakukan

Namun selalu saja melintang pada penghinaan

Tak habis pikir diri untuk menyudahi

Kamis, 10 Maret 2022

Kebingungan

Aku hanya berpikir tentang sendiri

Dalam kegelapan

Dengan iringan musik

Menabuh riuh diantara pilu

Bersenandung memantrai diri

Apa aku memang sudah semestinya begini?

Berpikir.. berpikir..

Ingin sekali ku lukai diri

Memejamkan mata


Lalu membuat semuanya tidak pada tempatnya

Bingung.. bingung..

Itu yang ku rasakan saat ini

Seakan melukai diri adalah jawabannya

Hufftt..

Apa aku terlalu banyak berpikir?

Minggu, 19 September 2021

Memuakkan

Pergi dan tinggalkan

Itu adalah caraku menyelesaikan masalah

Tampak seperti pecundang

Tapi aku tidak pernah diajarkan tentang menyelesaikan masalah dengan benar

Aku hanya menjadi seperti air

Larut dan hanyut dalam alirannya

Aku tak tau harus berbuat apa dan bagaimana

Ini memuakkan, Itu menyedihkan

Aku tak habis pikir dengan diriku

Aku kecewa, marah, kesal

Semuanya tampak sama saja

Maksudku semua orang itu bajingan

Berbohong untuk dirinya

Agar dapat mengendalikan situasi

Merasa paling benar 

Ketika hanya baru saja mengerti satu rasa sakit

Seperti seorang Norland yang berbohong akan dirinya dan pulau emasnya

Rasa kecewa ini sangat menyesakkan

Kesal yang terus membumbui pikiranku

Aku sangat marah

Benar benar marah akan diriku

Maksudku tak adakah satu orang pun yang bisa mengrtiku seutuhnya saat ini?

Tak adakah orang yang mengalami hal yang sama denganku?

Atau mungkin mau mendengarkan ku bercerita tanpa harus membalas semua ceritaku?

Sumpahhh...

Ini menyakitkan.. menyesakkan.. 

Tak bisa hilang begitu saja

Kau seperti dihantui oleh dirimu sendiri
Oleh pikiranmu sendiri

Seakan akan perlahan akan membawamu

Ke tepi jurang yang curam

Lalu mendorongmu dengan lembut

Sampai kau jatuh di antara batu batu tajam yang menantimu di dasar

Kamis, 05 Agustus 2021

Ayah

Tuhan..

Ini terlalu sedih bagiku

Ayah yang ku rawat selama ini telah menemui Mu
Aku masih tak bisa percaya

Wajahnya masih sangat hangat bagiku

Senyumnya sangat ingat di ingatanku

Jalannya yang tertatih-tatih

Suara yang ketika ia bicara memangil namaku

Semua itu masih sangat berada jelas pada kepalaku

Tuhan..

Aku masih banyak memiliki kesalahan

Waktuku terasa cepat bersama Ayah

Bercandaku juga masih kurang dengannya

Membuatnya tersenyum

Membersihkan dirinya

Melihatnya tertawa

Mendengar suaranya

Merangkul badannya

Mencium wajahnya

Melihat Ayah yang duduk ketika ku sepulang kuliah

Atau menghampiriku ketika larut malam

Bahkan memanggil-manggil namaku

Aku semakin rindu saja

Dan ingin sekali aku cerita banyak hal dengannya lagi

Namun kini aku benar-benar sendiri

Benar benar benar benar benar seorang diri

Berpulang

Hari ini kembali terulang

Selasa, 3 Agustus 2021

Ayahku telah berpulang di dua hari yang lalu

Ia pergi tanpa aba-aba

Membawa semua kesakitan bersamanya

Menahan semua luka di pundaknya

Menyisihkan air mata pada tiap pipinya

Jari-jari sudah tak bergerak lagi

Tangannya sudah tak bisa merangkul kembali

Matanya mulai sayu

Sampai tak tampak lagi putih di pupilnya

Wajahnya mulai lelah dan pasrah

Sampai pada titik napas terakhirnya

Aku hanya sebuah bayang Dalam mimpi yang terkekang Dengan duka yang terkenang